Mantiq

Mantiq, … kata Arab yang diambil dari kata kerja nataqa, … yang artinya

“berkata atau berucap”. Istilah lain dari “Logika” yang lahir terlebih

dahulu dari kata “Logos” (bahasa latin), … yang artinya perkataan atau

sabda. (K. Prent C.M.J. Adisubrata dan W.J.S. Poerwadarminta, kamus Latin-

Indonesia, Yayasan Kanisius, Semarang, 1969,hal.501)
______________________________________________________

Ilmu mantiq menurut bahasa ialah bertutur benar, sedangkan logika, berasal

dari bahasa yunani logos (kata benda) dan logike (kata sifat) yang mempunyai

arti pemikhran atau kata (sebagai pernyataan pikiran). Jadi ilmu mantiq

(logika) menurut arti bahasa berarti ilmu yang menelaah tata pikiran yang

dituturkan dalam bahasa.
______________________________________________________

Ilmu mantiq menurut istilah, dari segi pengertian istilah bermacam-macam

orang memberikannya, di antara definisi tersebut ialah
(A). Menurut muhammad nur ibrahim mantiq ialah rumusan-rumusan agar dapat

mendapat pentunjuk untuk berfikir supaya selamat dari kesalahan-kesalahan.
(B). Menurut A.B.Hutabarat ilmu mantiq adalah ilmu berfikir yang tepat dan

sekedar ia dapat menunjukan adanya kekeliruan2 didalam rantai proses

berfikir, sehingga kekeliruan itu dapat dielakan,
(C). Menurut willia alston ilmu mantiq adalah penelaahan tentang penyimpulan

secara lebih cermat, usaha untuk menetapkan ukuran2 guna penyimpulan

penyimpulan yang sah dan tidak sah,
(DARI TIGA DEFINISI DIATAS, ILMU MANTIQ ADALAH ILMU YANG MENELAAH ATURAN2

DAN AZAZ2 TENTANG PENALARAN YANG TEPAT)

_______________________________________________________

Mantiq adalah alat atau dasar yang penggunaannya akan menjaga kesalahan

dalam berpikir.
Lebih jelasnya, Mantiq adalah sebuah ilmu yang membahas tentang alat dan

formula berpikir, sehingga seseorang yang menggunakannya akan selamat dari

cara berpikir salah. Manusia sebagai makhluk yang berpikir tidak akan lepas

dari berpikir. Namun, saat berpikir, manusia seringkali dipengaruhi oleh

berbagai tendensi, emosi, subyektifitas dan lainnya sehingga ia tidak dapat

berpikir jernih, logis dan obyektif. Mantiq merupakan upaya agar seseorang

dapat berpikir dengan cara yang benar, tidak keliru.
Sebelum kita pelajari masalah-masalah mantiq, ada baiknya kita mengetahui

apa yang dimaksud dengan “berpikir”.
Berpikir adalah proses pengungkapan sesuatu yang misteri (majhul atau belum

diketahui) dengan mengolah pengetahuan-pengetahuan yang telah ada dalam

benak kita (dzihn) sehingga yang majhul itu menjadi ma’lûm (diketahui).
__________________________________________________________
lafadz

Kata ????
Kata “ ungkapan realitas konkrit dan abstrak (maujudat)”
Kata adalah objek mantik
Kata — Al-lafdzu
Bentuk Kata: (Mufrad) dan (Murakkab)
Mufrad “kata yang tidak mempunyai bagian, yang tidak menunjukkan kepada

penunjukan yang dimaksud oleh bagian makna yang tidak dikehendakinya”
Murakkab “kata yang bagiannya menunjukkan arti yang dimaksud oleh bagian

yang terkandung dalam kata tersebut”

Segi Jenis: (Isim), (Kalimat), dan (adat)
Lafadz Mufrad Isim “kata yang menunjukkan suatu arti tersendiri yang tidak

disertai penunjukan waktu”
Lafadz Mufrad Kalimat “kata yang menunjukkan suatu arti dengan disertai

penunjukan ketiga dimensi waktu”
Lafadz Mufrad Adat “kata yang tidak dapat menunjukkan suatu arti yang

sempurna secara mandiri”

-Meja, kursi, rumah, Amir Syarifuddin, Muhammad Ali adalah contoh lafadz

mufrod
__________________________________________________________

adilalah
Asal kata : Daala, Yadulu, Dilalah (petunjuk, menunjukkan)
“Suatu pemahaman yang dihasilkan dari suatu atau hal yang lain”
Ex: Sepertinya ada asap dibalik bukit, berarti ada api dibawahnya. Api :

madlul (yang ditunjuk/ diterangkan), asap : dal/dalil (petunjuk)
Dilalah : Lafdziyah dan Ghairu Lafdziyah
——–
Ad-Dilalah Lafdziyah Aqliyah (dilalah lafadz yang dibentuk akal)
“Sepertinya ada suara dibalik tembok, menunjukkan ada sesuatu

disana”
Ad-Dilalah Lafdziyah Thabi’iyah (dilalah lafadz yang dibentuk secara alami)
“Suara mengerang, menunjukkan ada yang sakit)
Ad-Dilalah Lafdziyah Wad’iyah (dilalah lafadz yang dibentuk manusia)
“manusia makhluk sosial”. Mungkinkah kalimat itu terbentuk

sendiri???
——-
Ad-Dilalah Ghairu Lafdziyah Aqliyah (dilalah bukan lafadz yang dibentuk

akal)
“Adanya perubahan karena alam itu fana”
Ad-Dilalah Ghairu Lafdziyah Thabi’iyah (dilalah bukan lafadz yang dibentuk

secara alami)
“raut mukanya merona karena tersipu)
Ad-Dilalah Ghairu Lafdziyah Wad’iyah (dilalah bukan lafadz yang dibentuk

manusia)
“merahnya APILL dipertigaan, menunjukkan dilarang lewat”. Makna

simbol bisa berbeda karena wilayah dan falsafah???
——-
Kandungan Makna Dilalah Lafdziyah Wad’iyah
Al-Mutabiqiyah, “menunjukkan makna yang lengkap”
ex: Saya baru membeli rumah
At-Tadhamumiyah, “menunjukkan terkadang keseluruhan atau terkadang sebagian”
ex: Saya sedang memperbaiki rumah
Al-Iltizamiyah, “menunjukkan keluarnya makna lafadz dari maknanya yang asli

namun terikat dengan kandungan lafadz”
ex: D
ia membeli daging babi
_________________________________________________

“Kata-kata yang tersusun dan mempunyai makna atau arti” (Indonesia =

Kalimat)
Al-Qhadiyah :
benar,
salah,
kebetulan benar,
kebetulan salah
————-
Dalam setiap qadhiyah terdapat : pembenaran atau penyangkalan — Tasdiq
Unsur qadhiyah:
Lafadz yang diberi hukum (mahkum ‘alaihi)
Lafadz yang memberi hukum (mahkum bih)
Lafadz penghubung antara keduanya
Ex: Manusia adalah hewan yang berpikir
Umar duduk
Adalah = rabitah
Lafadz dgn rabitah : qadhiyah sulasiah
Lafadz tanpa rabitah : qadhiyah sunaiyah
————–
Qadhiyah Hamiliyah
“Susunan kata atau lafadz yang mengandung pengertian tanpa lafadz

syarat”
Qadhiyah Syartiyah
“Susunan kata atau lafadz yang mengandung pengertian dengan lafadz

syarat”
___________________________________________________

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: